Senin, 04 Juni 2012

PERANAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN DALAM TRANSFORMASI PEMBELAJARAN



A.       Pngertian Teknologi Pendidikan

Istilah teknologi berasal dari yunani yaitu technologia yang menurut Webster dictionary berart systematic treatment atau penanganan sesuatu secara sistematis,sedangkan techne sebagai dasar kata teknologi berarti art,skill,atau keahlian,keterampilan,dan ilmu. Jadi teknologi pendidikan adalah sebagai pegangan atau pelaksanaan pendidikan secara sistematis,menurut system tertentu yang akan dijelaskan kemudian.[1]
Teknologi pendidikan adalah kajian dan praktik untuk membantu proses belajar dan meningkatkan kinerja dengan membuat, menggunakan, dan mengelola proses dan sumber teknologi yang memadai. Istilah teknologi pendidikan sering dihubungkan dengan teori belajar dan pembelajaran. Bila teori belajar dan pembelajaran mencakup proses dan sistem dalam belajar dan pembelajaran, teknologi pendidikan mencakup sistem lain yang digunakan dalam proses mengembangkan kemampuan manusia.[2]
1.         Fungsi Teknologi Pembelajaran
v    Sebagai sarana bahan ajar yang ilmiah dan obyektif.
v    Sebagai sarana untuk memotifasi peserta didik yang semangat belajarnya rendah.
v    Sebagai sarana untuk membantu peserta didik mempresentasikan apa yang mereka ketahui
v    Sebagai sarana untuk meningkatkan efektifitas pembelajaran.
v    Sebagai sarana mempermudah penyampaian materi.
v    Sebagai sarana untuk mempermudah desain pembelajaran.
v    Sebagai media pendukung pelajaran dengan mudah
v    Sebagai sarana pendukung terlaksananya program pembelajaran yang sistematis
v    Sebagai sarana meningkatkan keberhasilan pembelajaran.
2.   Manfaat Teknologi Pembelajaran
Mengenai manfaat teknologi pembelajaran sangatlah banyak dan hal ini tergantung dari siapa yang memanfaatkannya. Berikut adalah beberapa manfaat dari teknologi pembelajaran bagi pendidik dan peserta didik:[3]
a.         Manfaat bagi pendidik
ü   Pendidik dapat lebih memudahkan tercapainya tujuan pendidikan.
ü   Pendidik dapat mempermudah desain pembelajaran.
ü   Pendidik dapat menunjang metode pembelajaran.
ü   Pendidik dapat lebih meningkatkan efektifitas Pembelajaran.
ü   Pendidik lebih mudah menyampaikan materi pembelajaran.
ü   Pendidik dapat mengefisiensikan waktu.
ü   Dapat menjadi daya dukung pengajaran seorang pendidik.
b.    Manfaat bagi peserta didik
ü   Peserta didik dapat lebih cepat menyerap materi pelajaran yang diberikan oleh pendidik.
ü   Peserta didik menerima materi pembelajaran dengan senang.
ü   Peserta didik dapat mempresentasikan apa yang mereka ketahui.
ü   Peserta didik tidak bosan dengan cara penyampaian materi pembelajaran secara verbal.
ü   Peserta didik lebih bisa berekspresi dalam proses pembelajaran.
B.       Peran Teknologi Pendidikan Dalam Pembelajaran
Ada sejumlah peran dari memperkenalkan teknologi di bidang pendidikan. Telah ada dampak positif dari teknologi pada pendidikan. Dengan menggunakan potensi teknologi, kecepatan dan gaya belajar telah mengalami perubahan dan komunikasi telah menjadi lebih mudah.[4]
 Berikut adalah beberapa peranan dari teknologi pendidikan:
Ø    Salah satu peran teknologi pendidikan bagi siswa adalah bahwa hal itu membantu mereka meningkatkan kemampuan belajar mereka. Karena itu adalah salah satu bidang yang terus berubah..
Ø    Informasi dapat digambarkan dalam berbagai cara dengan bantuan bahan studi. Pengetahuan telah menjadi mudah diakses oleh siswa di setiap bagian dunia dengan penerapan teknologi di bidang pendidikan. Kelas online membantu siswa untuk berinteraksi dengan siswa lain milik aliran yang sama, tetapi terletak di tempat lain di dunia.
Ø    Karena Internet adalah media utama,maka siswa tidak harus membawa ransel yang berat penuh dengan buku. Mereka dapat berjalan dengan nyaman ke kelas di mana peralatan tersebut sudah ditempatkan.
C.       Prinsip yang Melandasi Teknologi Pendidikan

Prinsip teknologi ada 5 yaitu:

Ø   Teknologi pendidikan sebagai usaha memperoleh tingkah laku
Ø   Hasil belajar siswa ditandai dengan perubahan tingkah laku secara keseluruhan
Ø   Pembelajaran merupakan suatu proses
Ø   Proses pembelajaran terjadi karena adanya suatu dorongan dan tujuan yang akan dicapai
Ø   Pembelajaran merupakan bentuk pengalama

D.       Perkembangan Teknologi Pendidikan

           Sejarah perkembangan teknologi pendidikan menjadi sangat singkat jika dihitung bagaimana jabatan dan pola pikir tlah dibawa bersama sama untuk menciptakan bidang galian dari teknologi pendidikan . peserta didik dari teknologi pendidikan sepanjang tahun 1960 pada umumnya mengikuti salah satu dari dua jalur berikut yaitu pendekatan Audio Visual Bagaimana gerakan terbentuknya teknologi pendidikan dimulai oleh salah satu pakar yaitu Dr. James Finn, yang pada saat itu menjadi kepala devisi pendidikan audio visual (DAVI), salah stu tulisan Finn yang terkenal adalah tentang Teknologi dan Proses Pembelajaran. argument utamanya adalah bahwa dalam banyak bidang, masyarakat Amerika Utara telah diubah oleh teknologi dan teknologi itu tak bisa diacuhkan pengaruhnya terhadap pendidikan, cepat atau lambat.
Teknologi Pendidikan muncul sebagai bidang studi dan kategori jabatan baru pada tahun 1960, tetapi sebelum itu banyak peristiwa sejarah yan menajadi dasar dari sebuah pondasi teknologi pendidikan secara keseluruhan. Seperti  perkembangan Instruksional atau pengajaran. Menyangkut perkembangan Teknologi Instruksional, terdapat beberapa pendapat mengenai hal tersebut, mereka membaginya ke dalama beberapa priode, di antaranya :
·           Periode1960-1969
Beberapa kejadian memberikan masukan terhadap prgeseran teoritis secara besar besaran berkenan dengan teknologi intruksional pada akhir tahun 1950 dan awal 1960an, terutama peritiwa peluncuran sputnik pada tahun 1957 yang mencengangkan dunia. Akibat dari itu, terutama di Amerika, sekolah dikritik karena kegagalannya mengjarkan science dan matematika dalam kapaitas yang cukup. Karena itu tekanan lebih di alamatkan kepada teknologi instruksional, akibatnya terdapat dua konstruk teoritis muncul secar bersamaan yang mempengaruhi lapangan teknologi instruksional. Pertama yaitu pengaruh yang kuat dari aliran behaviorisme terhadap semua pendekatan belajar dan yang kedua adalah pendekatan sistem sistem yang datang dari teknik mesin dan teknologi. Gerakan yang berbeda ini akhirnya melahirkan dan saling melengkapi yang disebut dengan Pengajaran Terprogram. Gerakan kaum behavioris melahirkan pegembangan tujuan behavioral, karena diperlukan perumusan tingkah laju lebih lanjut dalam merancang sebuah proses pembelajaran.
·           Periode1970–1983.
Mendekati akhir tahun 1970, muncul kembali pendekatan kognitif dalam pembelajaran. Banyak ahli pikologi yang mengsulakan hal tersebut, salah satunya Wittrock.menurutnya penekatan kognitif berimplikasi bahwa belajar dan pengajaran secara ilmiah akan lebih produktif bila dipelajari sebagai sesuatu yang bersifat internal, yakni suatu proses kognitif berperantara dari pada sebagai produk langsung dari lingungan , orang atau fktor eksternal lainnya.
·           Periode1983–muthakir.
Pada masa ini berlangsung kekacau balauan akibat pertengan dari landasan teoritik teknologi instruksional. Perbedaan pendapat ini terutama dialamatkan kepada para perintis audio Visual. Seperti Salomon, yang menganggap audio visual itu sebagai agen informasi dan bukan sebagai stimulus yang langsung untuk respon tertentu.



DAFTAR PUSTAKA


http ://www.Teknologi pendidikan.net /

http :// id.wikipedia.org/wiki/teknologi pendidikan

http ://teknologi pendidikan.wordpress.com/

dewi salma prawiradilaga n eveline siregar.2004. Mozaik Teknologi Pendidikan,Jakarta;kencana

nasution . 2005 . Teknologi Pendidikan,Jakarta: Bumi  Aksara



[1] Nasution, Teknologi Pendidikan,(Jakarta:Bumi Aksara,2005),hlm.26
[2] Dewi salma prawiladilaga mozaik pendidikan,(Jakarta:kencana,2004)hlm.96
[3] http:// id. Wikipedia. Org/wiki/teknologi pendidikan
[4] http ://www . teknologi pendidikan //net.

Senin, 14 Mei 2012

“Keterampilan Mengajar Kelompok Kecil dan Perorangan”



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

RENCANA PELAKSANAAN  PEMBELAJARAN
(RPP)


Nama Sekolah                   :   SD 012 Tempuling
Mata Pelajaran                   :   Bahasa Indonesia
Kelas/Semester                  :   IV /II
Alokasi Waktu                   :   1 x 10 menit
Standar Kompetensi          : Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi secara tertulis dalam bentuk karangan
Kompetensi Dasar             :    Menyusun karangan secara sederhana dengan memperhatikan penggunaan ejaan(hurup besar,tanda titik,dan tanda koma)
Indikator                         : Membuat karangan secara sederhana dengan memperhatikan penggunaan ejaan(hurup besar,tanda titik,dan tanda koma)

I.         Tujuan Pembelajaran :
Siswa mampu membuat karangan secara sederhana dengan memperhatikan penggunaan ejaan(hurup besar,tanda titik,dan tanda koma)


Karakter siswa yang diharapkan  :  Dapat dipercaya ( Trustworthines) , Rasa hormat dan perhatian ( respect ) , Tekun
( diligence ) , Tanggung jawab
( responsibility ), Berani ( courage ), Peduli
( caring ) dan Jujur ( fairnes ).

II.      Materi Ajar (Materi Pokok)

III.   Metode Pembelajaran
·  Tanya Jawab
·  Penugasan

IV.   Langkah-langkah Pembelajaran          :
A.  Kegiatan Awal
a.    Menarik perhatian siswa
Ø Mengucapkan salam
Ø Absensi.
b.    Apersepsi, mengaitkan materi terdahulu dengan materi yang akan dipelajari.
“Kemarin kita telah mempelajari hurup besar,tanda titik,dan tanda koma. Nah, sekarang kita akan mempelajari tentang menyusun karangan dengan menggunakan hurup besar,tanda titik,dan tanda koma
c.    Motivasi, mengemukakan ide yang bertentangan.
Mengarang sangat bagus buat kita, karena dengan mengarang kita bisa menuangkan pikiran dan perasaan kedalam tulisan,tetapi pada saat sekarang ini masih banyak yang mengabaikannya”
d.   Acuan, menuliskan judul materi yang akan dipelajari di papan tulis serta menyampaikan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai.


B.   Kegiatan Inti
v  Eksplorasi
Untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan siswa guru mengajukan beberapa pertanyaan sebagai berikut:
                                              1.     Siapa yang pernah membaca suatu karangan ?
                                              2.     Apa yang kalian rasakan kalau karangannya sedih?
v  Elaborasi

Ø Memberikan orientasi umum tentang tujuan, tugas, dan cara mengerjakannya.
“Dalam pelajaran ini, kita akan belajar membuat suatu karangan dengan memperhatikan penulisannya, dengan menggunakan hurup besar,tanda titik, dan tanda koma”
Ø Merancang dan membentuk kelompok serta memvariasikan kegiatan belajar.
“Anak-anak, sekarang kita belajar maunya berkelompok atau tidak?. Sekarang Ibu bagi kelompok, hairun, fiza, dan janah, jadi kelompok 1. julisa, lusianda, jadi kepompok  2. Naaaah..udin belajarnya perorangan saja. Sekarang, mari kita buka LKS kalian pada halaman 10”
Ø Mengkoordinasikan dan melaksanakan supervisi proses awal.
Guru pergi mendekati setiap siswa dalam kelompok untuk melihat apakan sudah berlangsung lancar apa belum.
Ø Melaksanakan supervisi proses lanjutan  dan membagi perhatian serta menunjukkan kehangatan, kesiapan untuk membantu, menerima perasaan siswa dengan penuh rasa simpati dan meresfon positif.
Jika ada kelompok kelihatan dalam kebingungan, guru datang memberikan bantuan dengan sikap yang hangat. “Mengapa?, apakah ada masalah?..” kemudian guru mendengarkan dan mempehatikan ketika siswa berbicara dengan menunjukkan kehangatan.
Ø Berusaha mengendalikan situasi dan membangun hubungan berdasarkan rasa saling percaya.
“Kelompok ini tenang dulu ya! Ibu mau ke kelompok lain. Alangkah baiknya kalian kerjakan dulu dan temukan jawabannya sebelum Ibu kembali. Kemudian guru mendekati udin, “Gimana nak, udah selesai? Coba Ibu lihat”
Ø Bertindak sebagai penasehat dan member penguatan yang sesuai.
fiza kenapa diam, beri fiza juga kesempatan, kalau fiza tidak bisa menyusun kata-katanya, fiza menulis saja dan kalian berdua yang mencari. Kekompakan dan kebersamaan itu penting, yaaaa… begitukan bagus”
Ø Membantu siswa menetapkan tujuan dan menilai belajar siswa.
“julisa mengapa mengerjakan yang halaman 12? Tujuan kita adalah menyusun karangan dengan memperhatikan penggunaan huruf besar,tabda titik, dan tanda koma. Yang halaman 12 itu untuk belajar minggu depan, coba anak Ibu julisa buka halaman 10. Kerjakan yang halaman 10 saja ya”
Ø Melaksanakan supervisi pemaduan dan mengakhiri kegiatan dengan kulminasi.
“Sekarang waktunya tinggal 5 menit lagi”.
 Kemudian guru meminta siswa membacakan hasil laporan, “Coba kelompok 1 bacakan laporannya,”
v  Konfirmasi
Memberikan kesempatan pada siswa untuk bertanya
C.  Kegiatan Akhir
Ø Guru meminta siswa menjawab pertanyaan siswa yang ada dipapan tulis
Ø Kesimpulan, siswa bersama guru menyimpulkan materi pembelajaran.
Ø Tindak lanjut, meminta siswa untuk mmbaca materi selanjutnya tentang membaca pengumuman dengan benar dan tepa

V.      Alat/Media/Sumber Belajar                             
Ø Buku paket Bahasa Indonesia kelas IV
Ø LKS

VI.   Penilaian : tertulis                      

Instrument penilaian
1.    Dalam menyusun karangan penggunaan yang perlu diperhatikan adalah..

Kunci Jawaban soal:
1.    Penggunaan hurup besar
2.    Penggunaan tanda titik
3.    Penggunaan tanda koma









Tembilahan,  Maret,2012
Mengetahui,
Kepala Sekolah


NETY KURNIAWATI,SPDI

  Guru Mata Pelajaran


MULIA DEWI